Stasiun Malang

Stasiun Malang

Stasiun Malang

Sudah tahu kalau kota Malang akan segera punya stasiun yang baru?

Sejak zaman kolonial Belanda bisa dibilang ini baru pertama kalinya PT KAI membangun stasiun baru dengan skala besar di Indonesia, dan itu ada di kota Malang.

Kota Malang memiliki dua stasiun besar. Stasiun tertua adalah stasiun kota lama yang berada di Selatan kota Malang, dan tahun 1940 berdiri stasiun Malang kota baru dengan gaya arsitektur kolonial modern.

Setelah 80 tahun berdiri, akhirnya dikembangkanlah stasiun ini dengan kapasitas yang lebih besar dengan fasilitas yang lebih lengkap mengikuti kebutuhan pengguna kereta api yang semakin bertambah.

Terletak di sebelah timur rel kereta api. Direncanakan untuk dibangun dua tahap. Pada tahap pertama luas lahan sekitar 10.000 m2, dengan luas bangunan sekitar 4.000 m2. Antara bangunan eksisting dengan bangunan baru dihubungkan dengan skybridge, sekaligus menjadi akses menuju peron. Struktur bangunan dibuat modular untuk efisiensi struktur dan memudahkan dalam pembangunan tahap 2.

Secara keseluruhan lahan yang ada berpotensi untuk dikembangkan menjadi area komersial, perkantoran dan integrasi dengan moda transportasi lainnya. Area parkir dipusatkan di sisi timur, agar area barat bebas dari kemacetan.

Secara filosofi, bentuk bangunan ini mengadaptasi dari siluet gunung Putri tidur yang menjadi latar belakang kota Malang. Siluet ini kemudian ditransformasi menjadi bentukan atap bangunan stasiun. Bangunan baru ini juga menjadi latar belakang dari bangunan heritage existing.

Secara fungsi bangunan ini diharapkan menjadi stasiun besar yang menghubungkan antar kota. Kuliner stasiun yang selama ini menjadi keunikan stasiun di Indonesia, diharapkan memperkuat image stasiun sebagai ikon baru sentra kuliner lokal.

Didalamnya juga terdapat fasilitas ritel dan pengembangan sebagai hotel transit.

Bangunan ini dirancang dengan mengoptimalkan pencahayaan dan pengudaraan alami. Dibuat dengan banyak bukaan, sirkulasi udara dibantu dengan ceiling fan, dan sunscreen dari kayu komposit, untuk mengurangi sinar cahaya langsung namun tetap nyaman di dalam ruangan.

Dinding roster digunakan supaya tetap ada aliran udara dari luar dan dalam. Disepanjang kontur atap, kita menggunakan led strip untuk memperkuat siluet bentuk bangunan.

Lebih lanjut, klik link youtube stasiun Malang di bawah ini: